Miftadabari-Putra
Berbagi dengan memulai dari diri sendiri
Senin, 19 Agustus 2013
Rabu, 06 Maret 2013
BAHTERA RUMAH TANGGA DI JALAN ALLAH
( HIKMAH ) BAHTERA RUMAH TANGGA DI JALAN ALLAH - Ingatlah tentang awal niat menikah yang hanya untuk beribadah kepada Allah. ingatkan juga pasangan kita bahwa pernikahan adalah ladang amal bagi kita untuk meraih surga. Ketika pikiran sehat itu kompak dibentuk oleh kita dan pasangan, maka insya Allah akan selalu ada kebersamaan dan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga kita.
Ada pelajaran manis yang bisa kita petik dari rumah tangga Rasulullah� Salallahu a'alaihi wassalam dengan istri beliau khadijah. Saat itu Nabi baru menerima wahyu pertama di Gua Hira. Nabi shallallahu alaihi wasallam pulang ke rumah dan sang istri Khadijah melihat beliau dalam keadaan gemetar fisik dan hatinya. Beliau masuk dan berkata: selimuti aku, selimuti aku...
Beliaupun juga berkata: Khadijah, aku khawatir diriku akan tertimpa musibah, aku khawatir diriku akan tertimpa musibah.
Khadijah menjawab, Bergembiralah, demi Allah, Allah tidak akan merendahkanmu selamanya. Engkau benar-benar jujur dalam ucapan, menjaga silaturahim, menanggung beban, memuliakan tamu dan membantu orang yang kesulitan.
Subhanallah, itulah pelajaran berharga dari manisnya sebuah sikap memahami yang menyamankan. Khadijah tanpa protes dahulu saat melihat suaminya yang panik, dan malah sebaliknya, langsung memahami sang suami yang tengah khawatir dan panik tersebut dengan memberikan halusnya kata sebagai timbal balik, dan sikap membangun kepekaan.
Dia menyelimuti Rasulullah, dan menenangkan Beliau dengan berkata :
Bergembiralah, demi Allah, Allah tidak akan merendahkanmu selamanya.
Sikap memahami yang dilakukan oleh Khadijah seperti ini mampu meredam susana hati Rasululah.
Selain itu, pilihan kata yang diucapkannya mampu menghilangkan kepanikan suaminya. Khadijah tahu bahwa kalimat yang intinya menyandarkan kenyamanan hanya kepada Allah adalah puncak kenyamanan dan kepasrahan bagi Rasulullah SAW. Cara berkomunikasi ibunda kita khadijah tersebut mengalir jujur dan bukan basa-basi, sehingga menyejukkan hati yang sedang panas, menenangkan jiwa yang sedang gemetar, serta memantapkan keyakinan akan pertolongan Allah.
Inilah Komunikasi dan pemahaman terbaik yang sangat dahsyat antara suami istri yang tanpa pelatihan berbelit, dan atau dengan konsep yang rumit. Semua berasal dari sebuah ketulusan. Ketulusan menerima pasangan kita apa adanya, sepaket dengan bagaimanapun keadaan atau kondisinya yang lalu, serta yang akan datang. Termasuk juga ketulusan untuk merangkul kembali mereka bangkit demi menjadi yang lebih baik
Ada pelajaran manis yang bisa kita petik dari rumah tangga Rasulullah� Salallahu a'alaihi wassalam dengan istri beliau khadijah. Saat itu Nabi baru menerima wahyu pertama di Gua Hira. Nabi shallallahu alaihi wasallam pulang ke rumah dan sang istri Khadijah melihat beliau dalam keadaan gemetar fisik dan hatinya. Beliau masuk dan berkata: selimuti aku, selimuti aku...
Beliaupun juga berkata: Khadijah, aku khawatir diriku akan tertimpa musibah, aku khawatir diriku akan tertimpa musibah.
Khadijah menjawab, Bergembiralah, demi Allah, Allah tidak akan merendahkanmu selamanya. Engkau benar-benar jujur dalam ucapan, menjaga silaturahim, menanggung beban, memuliakan tamu dan membantu orang yang kesulitan.
Subhanallah, itulah pelajaran berharga dari manisnya sebuah sikap memahami yang menyamankan. Khadijah tanpa protes dahulu saat melihat suaminya yang panik, dan malah sebaliknya, langsung memahami sang suami yang tengah khawatir dan panik tersebut dengan memberikan halusnya kata sebagai timbal balik, dan sikap membangun kepekaan.
Dia menyelimuti Rasulullah, dan menenangkan Beliau dengan berkata :
Bergembiralah, demi Allah, Allah tidak akan merendahkanmu selamanya.
Sikap memahami yang dilakukan oleh Khadijah seperti ini mampu meredam susana hati Rasululah.
Selain itu, pilihan kata yang diucapkannya mampu menghilangkan kepanikan suaminya. Khadijah tahu bahwa kalimat yang intinya menyandarkan kenyamanan hanya kepada Allah adalah puncak kenyamanan dan kepasrahan bagi Rasulullah SAW. Cara berkomunikasi ibunda kita khadijah tersebut mengalir jujur dan bukan basa-basi, sehingga menyejukkan hati yang sedang panas, menenangkan jiwa yang sedang gemetar, serta memantapkan keyakinan akan pertolongan Allah.
Inilah Komunikasi dan pemahaman terbaik yang sangat dahsyat antara suami istri yang tanpa pelatihan berbelit, dan atau dengan konsep yang rumit. Semua berasal dari sebuah ketulusan. Ketulusan menerima pasangan kita apa adanya, sepaket dengan bagaimanapun keadaan atau kondisinya yang lalu, serta yang akan datang. Termasuk juga ketulusan untuk merangkul kembali mereka bangkit demi menjadi yang lebih baik
Selasa, 05 Maret 2013
Obat Hati dengan Zikir
Assalamu Alaikum Wr Wb
Pada kali ini saya akan coba menguraikan Obat Hati,walau kita umat Islam sudah mengetahui bersama bahwa obatnya hati agar tenang adalah Zikir(ingat) kepada ALLAH.Penulis hanya sekedar mengingatkan…Dalilnya adalah :

Maknanya(pendekatan) :
28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Ngomong2 ama ketenangan atau ketentraman jadi ingat ayat :
27. Hai jiwa(nafsu,diri) yang tenang.
Sebagai mana kita ketahui juga bahwa ada nafsu Muthmainnah.Lawwamah,Amaroh.Untuk melatih ke Muthmainnah hanya zikir obatnya …Nich tips dari penulis mengetahui test posisi nafsu ,apakah di Muthmainnah,lawwamah apa Amaroh…
kita ambil contoh nafsu (kehendak atau keinginan,diri,jiwa dll) yaitu nafsu Makan…
Coba diurut makannya dari perlahan-lahan,santai rileks,jerih,adem ayem,tak banyak pikiran,lebih banyak diam,tetap zikir pada ALLAH.bisa dikembangkan?
Selanjutnya anda coba makan sedikit cuek tak karuan,merasa terpaksa makannya,rada2 malas,banyak khayalan ini itu,agak sedikit cepat makannya dari yg pertama,merasa nikmat dunia,ketawaain semua orang2 yang dirasa salah,segitu dulu dech..kayaknya cukup.
seterusnya anda coba makan yang rakus,cepat seperti kemasukkan setan,bawaan kesal aja,semua pendapat orang salah,marah2 kapan perlu membanting piring,gelas dll.asal jangan dimakan juga tuch Piring.hhhhh
Test ya…rasakan hati yang berubah-rubah(Muqollibul Qulub)
Saran: kalau dach tahu atau kenal posisinya…maka selalu tempatkanlah di Muthmainnah pada setiap saat,dimana saja.walau sambil berjalan tetap zikir,walau dalam kerja tetap zikir,malach dalam mengobrol tetap zikir..oh ya dimana saja,cuma ada tempat2 tertentu yang tak boleh di lafadzkan,yang berzikir kan Hati…
oh ya..Muthmainnah itu susah ke indonesianya..dibilang ketenangan atau ketentraman ..malach lebih dari itu nilai makna Muthmainnah.Zikir yang bagus nich LA ILAHA ILLA ALLAH.Atau ALLAH saja Boleh tuch.
Agar tak rancu atau jadi bahan kontroversi olech pihak tak bertanggung jawab..
Nafsu : Komponen manusia selain akal
Qulub : Komponen/sytem kerja/terletak di Nafsu
Simple contoh perumpamaan begini :Menuliskan posting ini saya apa jari saya??? dua2nya betul yach..???
Perlu di ingat : Saya tidak mengatakan Qolbun(Hati) yang ada pada Tubuh,sampai saat ini belum nemu dalil alqur’an yang mengatakan Qolbun fi jismi(hati pada tubuh).Selain Qolbun(Hati) ada juga Shodrun or shuduurun, sering ditemui seperti ini : Bi Dzatis shuduur.Yang mana saling erat terkait dgn Qolbun,hingga ke kategori Nafsu.
Minggu, 03 Maret 2013
Kiat Sukses UN
Salam sejantera buat para siswa yang mau melaksanakan UN tahun pelajaran 2012/2013.
Saya mau berbagi tentang gimana agar UN sukses tanpa ada perasaan galau (heee kaya putus cinta wae) diantaranya:
- Jangan sesekali menunda-nunda pelajaran yang akan kita bahas, coba bahas sedikit demi sedikit baik melaui baca-baca, diskusi dengan teman, bertanya sama guru maupun bikin resume pelajaran biar lebih mudah searching (wow keren nich).
- Jauhkan dari perasaan pesimis, berusahalah untuk optimis karena dengan begitu kita dapat percaya diri.
- Jangan memaksakan untuk terus menghafal rumus tapi coba fahami masalahnya, karena akan lebih mudahkan kita untuk mengingat.
- Untuk rohaninya di jaga, aqiimus sholatul khomsah.
- Berdo'a jangan pernah pudar, karena itu senjata kita sebagai umat Islam.
- Rajin shalat malam. mintalah kepada Allah untuk kebaikan kita dan semua orang mu'min.
- Pintalah do'a dari orang tuamu.
Nah..... mungkin itu yang bisa saya sarankan agar kita tidak galau menghadapi UN
buat yang suka main, keluyuran, ngegame kurangi kalau bisa tinggalkan, karena akan boros waktu
semoga kalian bisa sukses terutama dapat ilmu yang bermanfaat Amiin
Tempat Belajar
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Belajar merupakan suatu kewajiban untuk seluruh umat manusia, kapan, dimana, bersama siapa, dan kepada siapa. Sepeti pada saat ini saya baru tau gimana cara bikin blog ini dari teman yang saya saya baru kenal ketika instal aplikasi finger print di sekolah tempat saya bekerja. Hasil pelajaran yang kita pelajari akan jadi ilmu yang bermanfaat jika ilmu tersebut diamalkan dan bisa dimanfaatkan pula oleh orang lain. Dan mudah-mudahan dengan blog ini ilmu yang saya terima bermanfaat dan bisa memberi manfaat kepada orang lain. Amiin Yaa Alloh Robbal'alamiin.
![]() |
| Kewajiban kita hanya berusaha, bukan menentukan hasil dari apa yang kita lakukan |
Langganan:
Postingan (Atom)
Iklan
Mohon Perhatian!!!!
Kepada siapa saja yang memiliki buku yang tidak dipakai tolong hubungi alamat e-mail : aaihab86@gmail.com
insya Allah saya akan jadikan koleksi di perpustakaan Miftadabari.

